Friday, October 19, 2012

Membuat Object 3D dengan Mengunakan anim8or

Setelah ditunjuk menjadi tutor untuk grafik komputer dengan materi 3D animasi, saya mulai tertarik untuk mulai mendalaminya. Software yang digunakan untuk membuat 3d animasi yang saya gunakan disini adalah anim8or dapat di download di sini, Seperti software-software 3D animasi yang lain pada anim8or ini kita dapat membuat object sesuai dengan keinginan kita. pada anim8or ini juga terdapat tempat kerja untuk membuat animasinya, namun karena kemampuan saya dalam grafik komputer ini masih rendah, saya hanya akan menjelaskan tentang cara membuat object yang sederhana dan bagaimana cara membuat animasinya, seperti rotasi, translasi dan dilatasi.
Sekarang saya akan menjelaskan bagaimana kita akan membuat sebuah object sederhana,disini saya akan membuat sebuah kursi atau bangku, dimana bangku ini akan diberikan efek animasi seperti rotasi, dilatasi dan translasi. berikut penjelasannya:
1. Buka program anim8or-nya, maka tampilan awalnya akan seperti di bawah ini: 










2.  Pada Menubar, pilih view-> top, masih pada menubar nya, pilih build -> primitives->N-Gon dan isikan 4 pada number of sizenya. Pada Toolbar pilih wireframe  (ctrl+w) lalu arakhan kursor di tengah-tengah sumbu, dan mulai tarik kursor, sesuaikan ukurannya seperti gambar di bawah ini:

3. pilih menu build-> extrude dan isikan pilihan seperti dibawah ini :










4. pilih view -> all, untuk melihat hasil yang sudah kita exturude tadi, jika ingin mengatur anggle dari object yang kita buat tekat (ctrl+r) dan pilih gambar yang perspective seperti gambar di bawah ini:













5. setelah kita membuat sebuah persegi, kita akan buat tepi untuk masing-masing tiang kursi untuk berdiri. caranya adalah kita select satu per satu bagian tepinya lalu kita pilih di toolbar menu object/point edit (P)-> face select (g) -> select sisi yang akan kita perpanjang -> extrude face (X). berikut hasil select ke 4 sisi untuk membuat tepiannya.











6. pada bagian yang kosong antara kedua tepi kita buat lagi sambungannya. caranya seperti pada langkah ke5. yaitu mempergunakan menu extrude face (X) pada tepi yang di select.











7. Buat bagian kaki-kaki. caranya sama seperti pada no 5. select bagian kotak kectl yang di ujung tepi. untuk bagian kakinya. lalu kita pilih point edit (P) -> select Face (g) -> select bagian kotak kecil untuk membuat  kaki kursinya -> Extrude face (X) lalu tarik ke bawah dengan mouse. lakukan untuk ke empat tepian untuk membuat kakinya.

Friday, June 4, 2010

Data Mining untuk Retail Perusahaan


Data mining dapat diterapkan pada usaha retail, sebagai contoh pada mini market ataupun supermarket. Para pembeli supermarket biasanya akan membeli barang yang sling berhubungan, misalnya jika membeli kopi, maka akan disertai juga dengan membeli gula dan susu. Jika pembeli membeli roti tawar maka akan disertai juga dengan membeli mentega dan meses. Jika pembeli membeli mie instan maka akan disertai dengan membeli telur dan saos.

Melihat model seperti ini maka data mining bisa diterapkan dalam pengelolaan barang yang dibeli, dalam satu hari transaksi maka kita bisa melihat adanya saling keterkaitan (relationship), jika sudah begini aka manager bisa mengatur tata letak produk-produk tersebut supaya bisa berdekatan, sehingga prospek beli dari konsumen semakin besar. Sebenarnya masih banyak factor lain yang terlibat dengan temuan-temuan mining ini, misalnya strategi peletakan barang ini difungsikan pula bagi pelanggan yang ‘lupa’ untuk membeli barang-barang pelengkap, karena kealfaan pelanggan dalam member barang yang seharusnya dibeli adalah kerugian bagi perusahaan.

Manager juga harus mengolah kembali data penjualan secara keseluruhan, temukan produk apa yang paling banyak terjual dan produk yang minim penjualannya, sehingga bisa menempatkan produk yang paling laku di deretan depan atau bisa langsung dilihat oleh pembeli pada saat hendak berbelanja di supermarket tersebut.

Hal lain yang bisa dilakukan oleh para manager adalah dengan melihat daya beli konsumen untuk memudahkan pengolahan data maka pihak manager bisa mengambil data dari pembeli yang memiliki member card.

Dengan menggunakan member card biasanya konsumen mendapatkan potongan harga, walaupun dalam jumlah yang tidak banyak. Agar daya beli semakin meningkat maka diperlukan strategi khusus untuk melakukannya. Jika konsumen yang memiliki member card akan mendapatkan point, point-point ini akan dikalkulasikan tiap akhir bulan dan dilakukan pengundian untuk pemenangnya.

Disini kita melihat bahwa data mining berperan penting, yaitu dalam hal meningkatkan daya beli masyarakat. Hal itu bisa dilihat dari jumlah point yang konsumen miliki.

Keuntungan yang di dapat:

  1. Adanya nilai kepuasan dari konsumen terhadap supermarket tersebut

  2. Untuk pembeli bisa langsung menemukan apa yang mereka cari di supermarket tersebut

  3. Kita akan menemukan yang namanya ‘kesetiaan’ dari pembeli

  4. Adanya peningkatan transaksi untuk supermarket tersbut.

Friday, April 30, 2010

Bioinformatika untuk mendiagnosa penyakit baru

Bioinformatika, sesuai dengan asal katanya yaitu “bio” dan “informatika”, adalah gabungan antara ilmu biologi dan ilmu teknik informasi (TI). Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi. Ilmu ini merupakan ilmu baru yang yang merangkup berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu komputer, matematika dan fisika, biologi, dan ilmu kedokteran dimana kesemuanya saling menunjang dan saling bermanfaat satu sama lainnya. 

Ilmu bioinformatika lahir atas insiatif para ahli ilmu komputer berdasarkan artificial intelligence. Mereka berpikir bahwa semua gejala yang ada di alam ini bisa diuat secara artificial melalui simulasi dari gejala-gejala tersebut. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan data-data yang yang menjadi kunci penentu tindak-tanduk gejala alam tersebut, yaitu gen yang meliputi DNA atau RNA. Bioinformatika ini penting untuk manajemen data-data dari dunia biologi dan kedokteran modern. Perangkat utama Bioinformatika adalah program software dan didukung oleh kesediaan internet.

Kemajuan ilmu Bioinformatika ini lebih didesak lagi oleh genome project yang dilaksanakan di seluruh dunia dan menghasilkan tumpukan informasi gen dari berbagai makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup tingkat rendah sampai makhluk hidup tingkat tinggi. Semua data-data yang dihasilkan dari genome project ini perlu di susun dan disimpan rapi sehingga bisa digunakan untuk berbagai keperluan, baik keperluan penelitian maupun keperluan di bidang medis. Dalam hal ini peranan Bioinformatika merupakan hal yang esensial. Dengan Bioinformatika, data-data ini bisa disimpan dengan teratur dalam waktu yang singkat dan tingkat akurasi yang tinggi serta sekaligus dianalisa dengan program-program yang dibuat untuk tujuan tertentu. Sebaliknya Bioinformatika juga mempercepat penyelesaian genome project ini karena Bioinformatika mensuplay program-program yang diperlukan untuk proses pembacaan genom ini.

Untuk penyakit baru diperlukan diagnosa yang akurat sehingga bisa dibedakan dengan penyakit lain. Diagnosa yang akurat ini sangat diperlukan untuk penanganan pasien seperti pemberian obat dan perawatan yang tepat. Jika pasien terinfeksi virus influenza dengan panas tinggi, hanya akan sembuh jika diberi obat yang cocok untuk infeksi virus influenza. Sebaliknya, tidak akan sembuh kalau diberi obat untuk malaria. Karena itu, diagnosa yang tepat untuk suatu penyakit sangat diperlukan. Selain itu, diagnosa juga diperlukan untuk menentukan tingkat kematian (mortality) dari suatu agent penyakit. Artinya, semakin tinggi angka kematian ini, semakin berbahaya agent tersebut. Angka ini dihitung dengan menghitung jumlah pasien yang meninggal (D) dibagi dengan jumlah total pasien pengidap penyakit tersebut (P) (=D/P). Pada kasus SARS, gejala yang muncul mirip dengan gejala flu, sehingga dari gejala saja tidak bisa dibedakan apakah dia mengidap SARS atau mengidap flu. 
Diagnosa ini penting karena akan menentukan tingkat keganasan suatu agent yang akan mempengaruhi kebijakan yang diambil terhadap penyakit tersebut. Ada beberapa cara untuk diagnosa suatu penyakit. Diantaranya isolasi agent penyebab penyakit tersebut dan analisa morfologinya, deteksi antibodi yang dihasilkan dari infeksi dengan teknik enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan deteksi gen dari agent pembawa penyakit tersebut dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Isolasi agent pembawa penyakit memerlukan waktu yang lama. Teknik ELISA bisa dilakukan dalam waktu yang pendek, namun untuk tiap-tiap penyakit kita harus mengembangkan teknik tersebut terlebih dahulu. Untuk pengembangannya ini memerlukan waktu yang lama.
Yang banyak dan lazim dipakai saat ini adalah teknik PCR. Teknik ini simpel, praktis dan cepat. Yang penting dalam teknik PCR adalah design primer untuk amplifikasi DNA. Untuk mendesign primer ini diperlukan data sekuen dari genom agent yang bersangkutan dan software seperti yang telah diuraikan di atas. Di sinilah Bioinformatika memainkan peranannya. Untuk agent yang mempunyai genom RNA, harus dilakukan reverse transcription (proses sintesa DNA dari RNA) terlebih dahulu dengan menggunakan enzim Reverse transcriptase. Setelah DNA diperoleh baru dilakukan PCR. Dua step reverse transcription dan PCR ini bisa dilakukan sekaligus dan biasanya dinamakan RT-PCR. Karena PCR ini hanya bersifat kualitatif, sejak beberapa tahun yang lalu telah dikembangkan teknik Real Time PCR yang bersifat kuantitatif. Dari hasil Real Time PCR ini bisa ditentukan kuantitas suatu agent di dalam tubuh seseorang, sehingga bisa dievaluasi tingkat emergensinya. Pada Real Time PCR ini selain primer diperlukan probe yang harus didesign sesuai dengan sekuen agent yang bersangkutan. Di sini juga diperlukan software atau program Bioinformatika. Untuk penyakit SARS sendiri sekarang telah tersedia kit RT-PCR yang dikembangkan oleh Takara Bio Inc., dengan nama komersial CycleaveRT-PCR SARS virus Detection Kit [7]. Selain itu Roche Diagnostics juga juga tengah mengembangkan kit untuk deteksi virus SARS. Keberhasilan pengembangan kit ini tidak terlepas dari didorong kemajuan Bioinformatika. 

sumber : http://ilmukomputer.com